Raindrops

 

img_7457

Kau tak diperbolehkan menikmatiku dikala bulan sedang cantik cantiknya menyapa hari itu.
Mungkin suci menjadi alasanku untuk kau tak disini hanya kali ini saja.
Kau lekas mencari kehangatan dititik didepan dihadapanku
Ku dengar suara suara dentingan dari arahmu,
Rupanya kau sedang mengisi akhir ini untuk menikmatiku esok hari.

Fajar datang disaat sang penikmat dunia sedang lelap lelapnya melewati hal tak nyata.
Suara yang menenangkan itu membangunkanmu lewat speaker di sudut sudut bangunan ini
Hanya bergegas membuka,
Kau di belai oleh angin, embun pun turut menyaksikan nuansa tenang itu.
Lalu, Carilah aku di suatu titik dikota ini.

Pemilik cahaya pun menghantar menemanimu dalam hiruk pikuk dunia
perjalanan mu seperti ditunggu oleh langit dan bumi
Mega datang kala kau semakin dekat dengan titik ku
Tetesan tetesan nikmat dari surga semakin menambahkan rasa keingintahuanmu padaku
Biarlah kau nikmati benang benang penghubung langit dan bumi ini membasahimu

Akhirnya kau datang
Ku melihatmu, senyum bahagia terlihat dari guratan diwajahmu
Yang nampak jelas dari tempatku
Hujanpun hadir saat  kau baru saja mengjinjakkan kaki tepat di titik ku.
Kusambut dirimu oleh minoret megahku.

Ku biarkan dirimu bercumbu bersama hujan
Karena kau bilang kau rela terguyur hujan
Asalkan kau sudah berada tepat diatas titik ku
Sayangnya kau harus pergi kembali ke titik mu
Ku harap kau datang kembali lagi pada suatu hari , bersama dengan teman hidupmu  nanti.

                                                                                               Semarang 11 februari 2017

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s